Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian Berbasis Kelas Industri (Teaching Factory) Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual di SMK Negeri 3 Kasihan Tahun Pelajaran 2024 / 2025
Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual SMK Negeri 3 Kasihan (SMSR Yogyakarta) melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian berbasis Kelas Industri bagi siswa kelas XII. Uji ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa, mengetahui kesiapan siswa memasuki dunia kerja kreatif dan untuk menjadi sarana sertifikasi kompetensi yang diakui oleh dunia usaha dan industri. Uji Kompetensi Keahlian DKV ini dilaksanakan pada 17 – 20 Februari 2025 di Laboratorium komputer DKV 1, 2, 3 dan bengkel Sablon KK DKV.
Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Kompetensi Keahlian DKV ini diikuti oleh 3 rombongan kelas XII dengan total siswa sebanyak 93 orang, dimana siswa ini telah melaksanakan Kelas Industri selama satu semester.UKK ini menghadirkan penguji eksternal dari Dunia Usaha dan Industri, yaitu Bapak Guntur Widianto, S.Sn. dari studio sablon Brotherhood Cloth. Bersama pihak Dunia Usaha dan Industri, pihak Konsentrasi Keahlian DKV bekerjasama menyusun materi soal UKK. Keterlibatan Dunia Usaha dan Industri bertujuan agar penilaian yang diberikan sesuai dengan standar industri dan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dengan demikian, hasil UKK tidak hanya menjadi nilai akademik, tetapi juga menjadi bukti kompetensi yang dapat digunakan sebagai bekal untuk melamar pekerjaan.
Uji Kompetensi Keahlian yang dilaksanakan adalah praktik sablon manual, yang menguji keterampilan teknis sekaligus kreativitas siswa dalam menghasilkan produk cetak. Sablon manual merupakan teknik cetak yang menggunakan screen (kain saring) untuk memindahkan tinta ke media, seperti kain atau kertas. Dalam konteks UKK DKV, siswa biasanya diminta untuk membuat desain terlebih dahulu, kemudian mencetaknya pada media kaos, tote bag, scraf dan media lain. Proses UKK sablon manual umumnya terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, siswa membuat konsep dan desain yang sesuai dengan tema yang diberikan. Desain tersebut harus memperhatikan unsur visual seperti komposisi, warna, dan pesan yang ingin disampaikan. Setelah itu, desain dipindahkan ke screen melalui proses afdruk. Tahap berikutnya adalah proses penyablonan, di mana siswa mengaplikasikan tinta menggunakan rakel di atas screen yang telah disiapkan. Pada tahap ini, ketelitian dan teknik sangat dibutuhkan agar hasil cetakan rapi, tidak bocor, dan sesuai dengan desain. Setelah proses cetak selesai, dilakukan pengeringan dan finishing agar hasil sablon lebih tahan lama.
Penilaian dalam UKK sablon manual meliputi beberapa aspek, seperti:
1. Kualitas desain (kreativitas dan estetika)
2. Ketepatan teknik sablon
3. Kerapian hasil cetak
4. Kesesuaian dengan brief atau tema
5. Proses kerja dan manajemen waktu
UKK pada jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK disusun berdasarkan standar nasional yang disebut SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). SKKNI menjadi acuan utama dalam menentukan kompetensi apa saja yang harus dikuasai oleh siswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif. Skema UKK ini sesuai dengan SKKNI Desain Grafis nomer 126 tahun 2023.
Hasil akhir dari UKK Kompetensi keahlian DKV dengan materi sablon manual merupakan produk nyata yang menunjukkan kemampuan siswa dalam proses desain hingga produksi. Hasil akhir ini tidak hanya berupa benda jadi, tetapi juga mencakup keseluruhan proses kerja dan kualitas hasil yang sesuai standar industri.